diskon 50% semua paket, waktu terbatas. Mulai dari $2.48/mo
11 menit tersisa
Alat Developer & DevOps

Cara Membuat Git Server Sendiri: Panduan Lengkap Linux Langkah demi Langkah

Pius Bodenmann By Pius Bodenmann 11 menit baca Diperbarui 23 Jan 2024
Cara Membuat Git Server Sendiri

Dunia pengembangan perangkat lunak terus berkembang, dan permintaan terhadap berbagai tools di bidang ini pun ikut melonjak. Persaingan antar program coding dan DevOps semakin ketat, masing-masing berebut posisi sebagai pilihan utama di kelasnya. Git adalah salah satu pemain kunci di arena ini. Ditambah dengan tren kerja jarak jauh yang kini sudah menjadi hal biasa, semakin banyak developer yang menjalankan program mereka di remote server, termasuk Git. Jika Anda ingin meng-host server Git sendiri, panduan ini adalah tempat yang tepat untuk memulai.

Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan apa itu Git beserta kelebihan dan kekurangannya, lalu memandu Anda tentang persyaratan yang dibutuhkan untuk menjalankan server Git sendiri. Mari kita mulai!

Apa itu Git?

Git adalah program DevOps yang dirancang untuk membantu developer dan programmer mengelola proyek mereka dengan lebih efisien. Fungsi utama Git adalah melacak perubahan pada source code dari waktu ke waktu. Git adalah gratis dan open-source dan mendapatkan pembaruan secara rutin. Inilah yang menjadikan Git salah satu program DevOps paling mudah diakses dan diandalkan saat ini. Setiap komputer yang menjalankan Git berfungsi sebagai repositori lengkap dengan riwayat perubahan filenya sendiri. Setelah hampir 20 tahun pengembangan aktif dan lebih dari 30 pembaruan dirilis, Git kini berjalan di versi 2.40.0 dengan pembaruan berikutnya yang sudah dalam antrian. Sekarang mari kita lihat beberapa kasus penggunaan Git untuk memahami mengapa kita perlu menginstal Git server sejak awal.

Kasus Penggunaan Git

Sebelum langsung beralih ke pengaturan server Git lokal, ada baiknya kita pahami dulu kasus penggunaan utama Git — agar jelas mengapa kita perlu menjalankan server Git sendiri.

Mengkloning Repository

Banyak developer dan programmer lebih suka membuat repositori Git di server untuk melacak program dan file yang mereka butuhkan. Dengan beberapa perintah dasar, Git memungkinkan kamu untuk mereplikasi repositori kernel Linux yang ada dan menggunakannya untuk mengumpulkan riwayat perubahan yang lebih terstruktur, khusus untuk file yang kamu inginkan. Prosesnya mudah dilakukan, dan kamu bisa mengelola proyek kecil maupun besar dengan cara yang sama. Proses ini juga dikenal sebagai "percabangan, karena pada dasarnya Anda membuat branch baru dari repositori yang sudah ada.

Alur Kerja Git

Git Workflow adalah salah satu kegunaan utama yang bisa kamu manfaatkan setelah mengonfigurasi server Git sendiri. Dengan server Git lokal, kamu bisa membuat dua set branch menggunakan proses cloning — satu branch merepresentasikan proyekmu, misalnya sebuah website, dan satu lagi adalah production branch terpisah di server Git tempat semua perubahan dari setiap developer dicatat dan bisa diuji sebelum diterapkan. Pendekatan berlapis seperti ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tapi juga membuat proses development dan pelacakan perubahan jauh lebih mudah.

Penggabungan

Ingat tentang branching repositori dan change log? Seperti namanya, Merging adalah kebalikan dari operasi tersebut. Dalam merging, yang secara umum dianggap sebagai aspek paling menantang dari Git, kita menyatukan data dari satu cabang repositori kembali ke repositori master tempat cabang itu awalnya dibuat. Ini biasanya dilakukan untuk membangun Git server dengan riwayat perubahan proyek yang lengkap, mencakup semua perubahan dari berbagai area dalam satu repositori yang rapi dan mudah dipahami. Jika selama pengerjaan proyek kamu membutuhkan branching untuk menghindari kebingungan, maka merging dirancang untuk membalik proses itu dan memberikan gambaran besar yang lebih jelas di akhir proyek saat pemecahan masalah.

Host Server Git Sendiri: Keuntungan dan Kekurangannya

Setiap program memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui sebelum mulai menggunakannya. Di bagian ini, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan Git secara khusus dalam konteks self-hosting, karena itulah fokus utama panduan ini.

Git yang Di-hosting Sendiri: Kelebihan 

Tanpa Pihak Ketiga

Dengan Git yang dihosting sendiri, hanya kamu dan orang-orang yang kamu izinkan yang bisa mengakses file-mu. Tidak ada pihak ketiga yang bisa ikut campur, sehingga kamu bisa fokus mengerjakan proyek tanpa khawatir. Data kamu pun jauh lebih aman, dan sumber daya yang tadinya dialokasikan untuk keamanan bisa dipakai untuk hal lain.

Keamanan

Soal keamanan, Git bisa dibuat sangat aman melalui praktik terbaik dan penggunaan alat pihak ketiga. Memang, tingkat keamanannya sedikit berkurang ketika di-self-host dibanding menggunakan layanan yang sudah jadi, tapi kamu punya kebebasan penuh untuk menentukan seberapa ketat keamanan yang ingin diterapkan.

Repositori Tak Terbatas

Ingat fitur cloning dan branching? Di Git, tidak ada batasan berapa banyak repositori yang bisa kamu buat. Ini menjadikannya sangat cocok untuk proyek besar di mana setiap branch pengembangan membutuhkan repositorinya sendiri. Sangat ideal juga untuk proyek dengan file berukuran besar seperti aset 3D, maupun untuk kamu yang bekerja dengan Unity.

Git yang Di-host Sendiri: Kekurangan

Beban Manajemen yang Tinggi

Repositori Git bisa cepat menjadi tidak terkendali jika kamu memutuskan untuk mengonfigurasi server Git di platform sendiri. Mengelola semua branch dan metadata bisa dengan cepat menjadi pekerjaan yang melelahkan. Kamu harus sangat teliti dalam mengaturnya, atau menyerahkannya kepada developer yang berpengalaman.

Kurva Belajar yang Curam

Hosting Git adalah satu hal, tapi menguasainya dan menjalankan server Git lokal adalah hal yang berbeda. Git dikenal memiliki kurva belajar yang sangat tinggi dibanding program DevOps berbasis repositori lainnya. Kamu perlu meluangkan banyak waktu untuk mempelajarinya, atau mempertimbangkan untuk mendelegasikannya.

Tidak Ada Dukungan GUI dan Windows

Ingin menyiapkan server Git di Windows? Atau ingin mengonfigurasi server Git agar berjalan dengan GUI? Sayangnya, itu tidak memungkinkan. Kamu hanya bisa menggunakan OS dengan kernel Linux sebagai dasarnya, dan tidak ada GUI yang bisa memudahkan prosesnya. Jika ingin menginstal server Git dan meng-host sendiri, sebaiknya pelajari dulu dasar-dasar coding.

Metode Kuno

Dari berbagai sisi, menggunakan Git di server yang di-host sendiri terasa sudah ketinggalan zaman dan kalah efisien dibanding metode lain yang lebih modern. Pilihan yang lebih efisien adalah dengan menjalankan GitLab. Jadi sebelum kamu memutuskan untuk menjalankan server Git sendiri, lihat dulu GitLab juga!

Persyaratan untuk Menginstal Server Git 

Mari kita tinjau secara singkat apa saja yang diperlukan untuk menyiapkan server Git dan meng-host-nya sendiri. Untuk hosting Git, kamu hanya membutuhkan dua komponen: sebuah server dan instalasi Git, ditambah sedikit pengetahuan coding untuk mengonfigurasi server Git tersebut.

Server Git

Untuk servernya, kamu bisa menggunakan PC lain milikmu sendiri, server dedicated dari penyedia tradisional, atau jika ingin kendali penuh, gunakan VPS cloud (virtual private server). Dengan VPS, kamu bisa mengelola server sekaligus menjalankan instance Git secara langsung. Perlu diperhatikan bahwa servermu harus menggunakan distro Linux untuk bisa menyiapkan server Git. Cloudzy menyediakan berbagai Linux VPS layanan dengan lebih dari 10 distro Linux terpercaya seperti Ubuntu, Debian, CentOS, Kali, dan OpenSUSE. Mulai dari $4,95 per bulan, kamu bisa mendapatkan server Linux yang andal di lokasi terdekat untuk memastikan kualitas koneksi yang baik, sekaligus menggunakannya untuk self-host dan menjalankan server Git!

Hosting Linux VPS

Dapatkan Linux VPS paket ekonomi atau premium untuk kebutuhan hosting website atau remote desktop, dengan harga paling terjangkau. VPS berjalan di atas Linux KVM untuk efisiensi lebih tinggi, didukung hardware bertenaga dengan penyimpanan NVMe SSD untuk kecepatan optimal.

Baca Selengkapnya

Instance Git

Proses penyiapan server Git mudah dan akan dilakukan secara otomatis sebagai bagian dari proses instalasi. Seperti yang telah disebutkan, Git bersifat open-source dan gratis. Inilah yang membuat Git lebih diminati dibanding banyak program berbasis repositori lainnya yang berfokus pada coding dan pengembangan. Sekarang setelah semua persyaratan siap, mari langsung masuk ke panduan langkah demi langkah untuk menginstal server Git di server Linux kamu!

Instal Server Git di Linux (Panduan Langkah demi Langkah)

Langkah 1: Unduh dan Instal Git

Ini adalah langkah pertama dalam proses instalasi server Git. Di terminal distro Linux pilihanmu, masukkan perintah berikut untuk memulai pengunduhan Git:

Distro Berbasis Ubuntu/Debian:

sudo apt install git

Distro Berbasis Arch:

sudo pacman -S git

Distro Berbasis RHEL:

sudo dnf install git

Perintah ini akan mengunduh dan menginstal Git di server Linux kamu. Tunggu hingga prosesnya selesai.

Langkah 2: Daftarkan dan Konfigurasikan Server Git

Jika kamu memiliki server lokal di desktop lain, nyalakan server tersebut. Jika kamu menggunakan VPS, gunakan SSH atau RDP untuk terhubung ke server Linux kamu dari jarak jauh. Sekarang kita akan mengonfigurasi server Git agar berjalan secara remote. Caranya adalah dengan membuat akun Git menggunakan perintah berikut:

ssh username@address
sudo useradd git

Kemudian masukkan perintah ini untuk beralih ke akun yang baru saja Anda buat:

su git

Langkah ini terutama dilakukan untuk memastikan keamanan server Git lokal Anda. Dengan akun ini, Anda akan menjadi admin server. Anda dapat mengatur pengguna di masa mendatang ke dalam grup pengguna dengan batasan dan tingkat akses yang telah ditentukan.

Langkah 3: Buat Direktori SSH dan Buat Repositori Git di Server

Langkah berikutnya dalam proses instalasi server Git adalah membuat direktori SSH khusus untuk menyimpan kunci publik dan membuat repositori Git di server dengan lapisan keamanan tambahan serta tingkat akses yang telah ditentukan untuk Anda. Mulai dengan memasukkan perintah berikut:

ssh git@address
mkdir .ssh
chmod 700 .ssh/
touch .ssh/authorized_keys

Setelah Anda membatasi akses pengguna lain menggunakan perintah ini, masukkan baris berikutnya untuk memastikan kunci SSH Anda tersimpan dengan aman di dalam folder authorized_keys di mana hanya Anda yang dapat mengaksesnya (jalankan perintah ini hanya jika Anda TIDAK memiliki id_rsa.pub berkas):

cd .ssh
ssh-keygen -t rsa
cat id_rsa.pub

Terakhir, salin kunci publik SSH yang Anda buat untuk menyiapkan koneksi SSH baru dengan keamanan tambahan ke server Git lokal Anda:

cd .ssh
vi authorized_keys

Langkah 4: Buat Direktori Utama

Di server Linux Anda, buat direktori baru untuk menyimpan semua repositori yang akan digunakan Git pada proyek-proyek mendatang Anda. Anda dapat mempelajari seluk-beluk pengelolaan repositori Git. Masukkan perintah ini:

mkdir directory_name

Langkah 5: Tambahkan Proyek Anda!

Anda berhasil membuat server Git. Proses instalasi server Git telah selesai dan konfigurasi server Git pun berhasil dilakukan. Yang tersisa hanyalah menambahkan proyek-proyek berikutnya dengan perintah ini:

cd parent_directory
mkdir new_project.git

Kemudian masukkan perintah ini untuk menambahkan remote origin ke komputer lokal Anda:

git init --bare
git remote add origin name git@address:new_project.git

Terakhir, lakukan Git push untuk memverifikasi bahwa semuanya berjalan sesuai harapan:

touch testfile
git add testfile
git commit -m "test file"
git push name master
git clone git@address:new_project.git

Selamat, Anda berhasil meng-host Git dan membuat repositori Git di server.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bisakah Saya Meng-host Git Tanpa Server?

Tidak. Apa pun jenis server Anda, Anda tetap membutuhkan perangkat keras untuk menjalankannya sebagai server. Anda dapat menggunakan GitHub sebagai cloud server untuk repositori Anda, atau menggunakan VPS yang kami tawarkan, atau layanan hosting pihak ketiga lainnya sebagai server.

Apakah Ada Cara Menginstal Server Git dengan GUI?

Ya. Meskipun Git sendiri tidak mendukung GUI, tersedia versi mandiri dengan GUI yang dikenal sebagai "Git GUI" bagi mereka yang tidak bisa bekerja tanpa antarmuka grafis.

Apakah Git Memiliki Paket Berbayar?

Tidak. Git selalu menjadi program gratis dan open-source, sesuai dengan niat para pengembang dan penerbit aslinya. Anda dapat menggunakannya sebagai dasar pengembangan program Anda, dan program itu sendiri sepenuhnya gratis.

Mengapa Anda Harus Meng-host Server Git Sendiri?

Jika Anda mengelola proyek kecil dengan repositori terbatas, self-hosting jauh lebih privat dan aman. Itu alasan utamanya. Namun seiring proyek Anda berkembang dengan lebih banyak repositori, efisiensi self-hosting mulai menurun.

Bagikan

Artikel lainnya dari blog

Terus baca.

Wadah logam yang dilindungi kubah wireframe cyan neon bercahaya, menampilkan judul artikel dan logo Cloudzy dengan latar belakang biru gelap.
Alat Developer & DevOps

Kesalahan Keamanan Docker Teratas yang Harus Dihindari di 2026

Kamu bisa menjalankan Docker di production selama berbulan-bulan tanpa masalah yang terlihat. Container berjalan, aplikasi merespons, tidak ada yang rusak. Lalu satu port yang terbuka atau satu permission yang salah konfigurasi menciptakan

Rexa CyrusRexa Cyrus Membaca 15 menit
Struktur kubus biru bercahaya 3D yang merepresentasikan container Docker, bersama teks 'Portainer vs Yacht: Which Docker UI Should You Choose' dan logo Cloudzy.
Alat Developer & DevOps

Portainer vs Yacht: UI Docker Mana yang Harus Kamu Pilih di 2026?

Mengelola container Docker melalui CLI efektif untuk setup sederhana, tetapi tidak bertahan baik saat skala bertambah. Seiring bertambahnya jumlah container, memantau status, log, dan pembaruan secara manual menjadi rawan kesalahan

Rexa CyrusRexa Cyrus Baca dalam 13 menit
Alat Continuous Integration
Alat Developer & DevOps

CI/CD Tools Terbaik untuk Mengoptimalkan Alur Kerja DevOps di 2026

Dunia pengembangan perangkat lunak terus berkembang dengan cepat. Jika kamu tidak ingin tertinggal, sudah saatnya mengadopsi metodologi DevOps dan Agile.

Ada LovegoodAda Lovegood 11 menit baca

Siap untuk di-deploy? Mulai dari $2.48/bulan.

Cloud independen, sejak 2008. AMD EPYC, NVMe, 40 Gbps. Garansi uang kembali 14 hari.