diskon 50% semua paket, waktu terbatas. Mulai dari $2.48/mo
7 menit tersisa
Alat Developer & DevOps

Cara Mendapatkan Docker di VPS: Panduan Lengkap Menggunakan VPS untuk Containerization🗂️

Alex Robbins By Alex Robbins 7 menit baca Diperbarui 22 Jul 2025
Apa Itu Docker di VPS dan Cara Menggunakan VPS untuk Containerization

Kali ini kami hadir dengan artikel informatif lainnya yang membahas teknologi virtualisasi populer, yaitu containerization. Meski Anda mungkin sudah familiar dengan teknologi ini dan kemampuannya, Anda mungkin bukan tahu bahwa Anda bisa menjalankan container di sebuah VPS. Itulah mengapa artikel ini menyertakan ulasan singkat tentang peran penting container VPS, khususnya Docker VPS. Saya juga akan membahas beberapa konsep dan definisi dasar tentang container, seperti keunggulannya dan perbedaannya dengan VM. Tentu saja, Anda bisa langsung melompat ke panduan instalasi Docker di VPS.

Apa Itu Containerization dan Apa Itu Container?

Kontainerisasi adalah proses membuat lingkungan terisolasi yang mencakup semua dependensi yang dibutuhkan oleh suatu aplikasi. Lingkungan yang dihasilkan dari proses ini disebut container, dan dapat dijalankan secara efisien di mesin mana pun. Satu container dapat digunakan untuk menjalankan berbagai aplikasi, mulai dari microservice kecil hingga perangkat lunak yang lebih besar.

Berbeda dengan metode virtualisasi server dan mesin, container tidak menyertakan image sistem operasi, dan ini merupakan salah satu keunggulan utamanya. Karena itu, container lebih ringan, lebih hemat sumber daya, dan lebih portabel dibanding pendekatan lain. Perbedaan antara container dan virtual machine akan dibahas lebih mendalam di bagian berikutnya. 

linux-vps Hosting Linux Tanpa Ribet

Ingin cara yang lebih baik untuk hosting website dan aplikasi web kamu? Sedang mengembangkan sesuatu yang baru? Atau memang tidak suka Windows? Itulah mengapa kami menyediakan Linux VPS.

Dapatkan Linux VPS Kamu

Apa Perbedaan Antara Container dan Virtual Machine?

Virtual machine (VM) dan container adalah dua teknologi yang sama-sama bermanfaat dan memiliki beberapa kesamaan mendasar. Kesamaan ini terkadang menimbulkan kesalahpahaman, membuat sebagian orang mengira keduanya identik. Padahal, ada sejumlah perbedaan penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih pendekatan yang tepat untuk situasi tertentu. Berikut perbedaan utama antara teknologi container dan VM:

  • VM mengonsumsi sumber daya sistem dan overhead yang jauh lebih besar dibanding container. 
  • VM lebih unggul dari container dalam hal kecepatan hosting.
  • Dengan pembaruan dan perbaikan bug yang rutin, VM lebih aman dibanding container.
  • Container hanya butuh beberapa detik untuk berjalan, sedangkan VM memerlukan sekitar satu menit karena ukurannya yang lebih besar.
  • VM memvirtualisasi keseluruhan sistem komputer, sedangkan container hanya memvirtualisasi sistem operasi. 
  • VM adalah perangkat lunak yang memungkinkan pengguna menginstal dan mengelola software lain secara virtual. Sebaliknya, container adalah perangkat lunak yang memungkinkan berbagai komponen aplikasi berjalan secara terpisah.  
  • Aplikasi dalam sistem VM dapat menjalankan sistem operasi yang berbeda-beda, sedangkan aplikasi dalam container berbagi satu sistem operasi yang sama.
  • Dari sisi biaya, paket container biasanya sedikit lebih mahal dibanding paket VM.

Apa Itu Docker dan Bagaimana Hubungannya dengan Container?

Docker pertama kali diperkenalkan pada 2013 dan terus berkembang popularitasnya seiring waktu. Saat ini, Docker dikenal sebagai alat kontainerisasi yang paling banyak digunakan di kalangan pengguna lingkungan container. Docker sangat berguna untuk membangun, merancang, mengelola, dan menjalankan berbagai container. 

Dengan menyediakan lapisan abstraksi di atas container, Docker memudahkan pengguna untuk memasang semua perangkat lunak yang mereka butuhkan ke dalam container tanpa kerumitan. Singkatnya, Docker adalah runtime environment yang digunakan untuk membuat dan mengelola berbagai perangkat lunak di dalam container. Berikut beberapa kegunaan utama Docker yang menjelaskan tingginya popularitasnya di kalangan pengguna:

  • Meningkatkan keamanan dengan menambahkan lapisan pertahanan dan isolasi antar container.
  • Paket aplikasi yang portabel dan ringan, cepat digunakan, dan menghemat waktu pengguna.
  • Dapat dijalankan di mesin Linux mana pun hanya dengan satu perintah (seperti docker build).
  • Menyediakan lingkungan terisolasi yang membantu developer untuk membuat dan menguji aplikasi baru, atau langsung men-deploy-nya ke production.
  • Dilengkapi virtualisasi tingkat OS yang memastikan semua komponen terisolasi dengan baik.

Baca Juga: Subsistem Windows untuk Linux

Bagaimana Cara Menggunakan VPS untuk Containerization?

Sejauh ini kita telah membahas seluk-beluk container dan teknologi kontainerisasi. Kini saatnya menjawab pertanyaan kedua yang diangkat dalam topik artikel ini. 

linux-vps Hosting Linux Tanpa Ribet

Ingin cara yang lebih baik untuk hosting website dan aplikasi web kamu? Sedang mengembangkan sesuatu yang baru? Atau memang tidak suka Windows? Itulah mengapa kami menyediakan Linux VPS.

Dapatkan Linux VPS Kamu

Penggunaan virtual private server sudah sangat umum di dunia IT saat ini. Orang menggunakan VPS mereka untuk berbagai keperluan, mulai dari web hosting hingga trading Forex. Luasnya fungsi VPS ini juga berdampak pada teknologi container. Saat ini, sebagian besar penyedia VPS premium menawarkan paket VPS berbasis container. Menjalankan container di atas virtual private server memberikan fleksibilitas dan stabilitas lebih bagi pengguna yang menginginkan pengalaman containerisasi terbaik. Mari kita bahas lebih dalam efektivitas jenis VPS ini dengan mengulas container VPS paling populer, yaitu Docker VPS, pada bagian berikut. 

Mengapa Docker VPS? Apa yang Ditawarkannya?

Menjalankan Docker di VPS memberi pengguna kendali penuh atas sumber daya yang tersedia di server mereka. Dengan infrastruktur berperforma tinggi dan kemudahan pengelolaan dari paket VPS Cloudzy, menyiapkan Docker di sebuah VPS Cloud bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan menjalankannya di PC pribadi. VPS dengan Docker yang terpasang juga mendukung virtualisasi berbasis container, yang lebih aman dibandingkan pendekatan virtualisasi tradisional. VPS juga akan meningkatkan efisiensi container Docker. Selain itu, dengan Docker VPS, Anda dapat menggunakan image aplikasi Anda di server lain yang sudah terpasang Docker. Berikut manfaat penting lainnya dari Docker VPS:

  • Menyediakan lingkungan khusus untuk pengembangan secara lokal
  • Anda dapat memastikan lingkungan pengembangan direplikasi saat kode di-deploy, dengan kompatibilitas 100%
  • Jalankan beberapa aplikasi di VPS yang sama tanpa saling mengganggu satu sama lain.
  • Jika satu container mengalami crash, container lain maupun kondisi VPS tidak akan terpengaruh
  • Meningkatkan keamanan dengan memisahkan setiap aplikasi ke dalam container masing-masing
  • Menyediakan proses backup yang mudah dan tidak merepotkan

Sudah jelas bahwa VPS berbasis container dapat menawarkan berbagai solusi bermanfaat bagi pengguna. Sekarang, mari kita lihat cara menyiapkan Docker VPS tanpa menunggu lebih lama.

Baca Juga: Cara Install Python di Server VPS?

Cara Menginstal Docker di VPS (Panduan Langkah demi Langkah)

 

Langkah 1: Menginstal Docker

Tentu saja, Anda harus sudah memiliki sebuah Linux VPS yang siap digunakan. Setelah itu, Anda bisa memulai instalasi dengan mengunjungi situs resmi Docker atau dengan menjalankan perintah berikut di Terminal Anda:

sudo apt install docker -y

Langkah 2: Menguji Instalasi

Developer Docker menyarankan pengguna untuk menguji instalasi Docker di VPS dengan perintah Hello world sederhana, yaitu dengan memasukkan perintah berikut ke Terminal:

sudo docker run hello-world

Jika semuanya berjalan dengan baik, Anda akan melihat output berikut:

Docker-Jalankan-hello-world-image
Docker hello world pesan

Langkah 3: Menerapkan Konfigurasi Pasca-instalasi

Setelah proses instalasi selesai, ada beberapa konfigurasi yang disarankan untuk dilakukan. Penyesuaian ini akan membuat Docker lebih nyaman digunakan.

  • Izinkan Docker berjalan otomatis setelah reboot
  • Izinkan pengguna non-root untuk mengakses Docker
  • Pasang docker-compose

Selamat, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda telah berhasil menyiapkan Docker VPS. Sekarang saatnya menjalankan Docker di VPS Anda dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Semoga berhasil 🙂

Cara Memaksimalkan Docker di VPS

Sepanjang artikel ini, kami telah menjelaskan apa itu container dan bagaimana container dapat membantu pengguna mendapatkan pengalaman virtualisasi optimal yang lebih baik. Kami juga membahas cara pengguna bisa beli VPS dan menggunakannya untuk containerization dengan menyiapkan container atau Docker VPS sendiri. Meskipun container dan VPS masing-masing sudah sangat fungsional, kombinasi kedua teknologi ini (Docker VPS) dapat menghasilkan sesuatu yang jauh lebih menarik.

Kami berharap artikel ini bermanfaat dan semua pertanyaan Anda telah terjawab. Jika belum, jangan ragu untuk menyampaikan pertanyaan Anda melalui Sistem Tiket kami atau kolom komentar di bawah. Silakan hubungi pakar online Cloudzy untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang container, container VPS, atau Docker VPS. 

Bagikan

Artikel lainnya dari blog

Terus baca.

Wadah logam yang dilindungi kubah wireframe cyan neon bercahaya, menampilkan judul artikel dan logo Cloudzy dengan latar belakang biru gelap.
Alat Developer & DevOps

Kesalahan Keamanan Docker Teratas yang Harus Dihindari di 2026

Kamu bisa menjalankan Docker di production selama berbulan-bulan tanpa masalah yang terlihat. Container berjalan, aplikasi merespons, tidak ada yang rusak. Lalu satu port yang terbuka atau satu permission yang salah konfigurasi menciptakan

Rexa CyrusRexa Cyrus Membaca 15 menit
Struktur kubus biru bercahaya 3D yang merepresentasikan container Docker, bersama teks 'Portainer vs Yacht: Which Docker UI Should You Choose' dan logo Cloudzy.
Alat Developer & DevOps

Portainer vs Yacht: UI Docker Mana yang Harus Kamu Pilih di 2026?

Mengelola container Docker melalui CLI efektif untuk setup sederhana, tetapi tidak bertahan baik saat skala bertambah. Seiring bertambahnya jumlah container, memantau status, log, dan pembaruan secara manual menjadi rawan kesalahan

Rexa CyrusRexa Cyrus Baca dalam 13 menit
Alat Continuous Integration
Alat Developer & DevOps

CI/CD Tools Terbaik untuk Mengoptimalkan Alur Kerja DevOps di 2026

Dunia pengembangan perangkat lunak terus berkembang dengan cepat. Jika kamu tidak ingin tertinggal, sudah saatnya mengadopsi metodologi DevOps dan Agile.

Ada LovegoodAda Lovegood 11 menit baca

Siap untuk di-deploy? Mulai dari $2.48/bulan.

Cloud independen, sejak 2008. AMD EPYC, NVMe, 40 Gbps. Garansi uang kembali 14 hari.