💡 Catatan: Dengan aplikasi satu klik kami, mengatur cPanel semudah satu klik. Mulai dengan cepat dan efisien di platform VPS kami yang andal, dioptimalkan untuk performa terbaik.
Berkat layanannya yang unggul dan posisinya sebagai panel kontrol bawaan WordPress, cPanel menjadi panel kontrol web hosting paling populer di dunia. Ubuntu juga merupakan favorit global tersendiri. Distro Linux ini adalah yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Karena Linux sendiri sudah menjadi pilihan utama para pengelola web dan developer, Ubuntu dan cPanel adalah pasangan yang sangat serasi. Ubuntu baru-baru ini merilis versi 20.04 LTS yang membawa banyak perubahan positif pada distro populer ini. Bisa dikatakan, jika mengelola server dan web hosting adalah aktivitas utama kamu di depan layar, memiliki cPanel di versi Ubuntu adalah pilihan yang tidak akan mengecewakan. Maka dalam artikel ini, kami akan membahas cara menginstal cPanel di Ubuntu,
Namun sebelum masuk ke penjelasan teknis, mari kita luangkan waktu sejenak untuk memastikan kita memahami fakta dan definisi dasarnya. Ini akan membantu kita mengerti mengapa Ubuntu dipilih sebagai distro dalam panduan ini, sekaligus memberikan pemahaman lebih baik tentang apa itu cPanel dan apa saja kegunaan utamanya. Dengan memahami definisi-definisi dasar ini, kita juga akan mengerti mengapa langkah-langkah ini perlu dilakukan sejak awal.
Dasar-Dasar: Apa Itu cPanel?
cPanel pada dasarnya adalah control panel yang digunakan oleh web manager dan developer untuk mengelola server host. Dengan cPanel, pengguna tidak perlu lagi melewati prosedur coding yang panjang dan rumit, yang dulu diperlukan bahkan untuk perubahan terkecil sekalipun. cPanel paling banyak digunakan di Linux. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri, karena sebagian besar pengelolaan server juga dilakukan di Linux dan berbagai distronya. Selama bertahun-tahun, cPanel tetap menjadi pilihan utama di antara control panel server host, meski statusnya sebagai layanan berbayar berbeda dari banyak pesaingnya.
Ini menjadi bukti nyata kemampuan dan kualitas cPanel sebagai manajer server host. Bahkan setelah sekian lama dan munculnya banyak pesaing gratis, cPanel tetap unggul di posisi teratas. cPanel juga menjadi control panel default untuk WordPress. Fakta ini sekali lagi mencerminkan keandalannya, sekaligus menjadi salah satu faktor utama di balik keberhasilan cPanel yang berkelanjutan. Meski demikian, popularitas cPanel tidak berarti mengecilkan alternatif gratis yang tersedia. Jika Anda ingin fitur serupa tanpa biaya, Anda bisa melihat daftar 5 Alternatif cPanel Gratis Terbaik.
Kotak Alat Kamu: Kegunaan Utama cPanel
Kini kita sudah tahu bahwa cPanel adalah control panel untuk server host. Tapi apa artinya itu secara konkret? Apa saja kegunaan nyata dari cPanel? cPanel bekerja sebagai alat front-end yang hadir dengan banyak kasus penggunaan umum yang sudah dikonfigurasi sebelumnya untuk pengguna sehari-hari. Artinya, siapa pun dapat menggunakannya untuk membuat perubahan berarti pada website, domain, file host, server, dan lain-lain. Lima kasus berikut adalah aspek dan kegunaan utama cPanel dalam dunia manajemen server di tahun 2023.
Mengelola Domain
Di masa lalu, bahkan perubahan terkecil pada sebuah domain pun mengharuskan Anda memahami coding dan menulis rangkaian kode yang panjang. Dengan cPanel, pengguna dapat mengelola domain mereka secara leluasa hanya dengan beberapa klik. Anda bisa mengaktifkan, menonaktifkan, memarkirkan, meneruskan, dan memindahkan domain kapan saja menggunakan cPanel. Lebih jauh lagi, Anda dapat membuat subdomain, mengelola DNS, mengintegrasikan alat pihak ketiga ke dalam domain, sekaligus mengatur tata letak domain secara keseluruhan.
Mengelola Email
Email marketing, pengelolaan spam, dan pembuatan mailbox baru adalah bagian yang saling terkait dari dunia web modern yang perlu dipahami oleh setiap web manager, baik untuk dimanfaatkan maupun untuk perlindungan. Dengan cPanel, Anda dapat dengan mudah membuat mailbox baru, menyiapkan email terjadwal, dan mengaktifkan autoresponder untuk mengotomatiskan kehadiran web Anda semaksimal mungkin. Email forwarding juga dapat digunakan untuk mengotomatiskan lebih banyak proses. Tak kalah pentingnya, Anda dapat mengaktifkan filter spam canggih untuk melindungi diri dari email sampah.
Mengelola File Log
Bagian penting lain dari manajemen web adalah kemampuan membaca dan menganalisis log file. Di masa lalu, proses ini termasuk yang paling sulit dilakukan bahkan oleh manager dan developer berpengalaman sekalipun, karena codingnya bisa sangat kompleks. Kompatibilitas WHM bawaan cPanel menghadirkan dua fitur baru yang mempermudah pekerjaan ini. Anda dapat menggunakan alat seperti AWStats dan Webalizer untuk menelusuri dan menganalisis log file dengan cepat. Hasilnya, Anda bisa memeriksa akses dan izin terkait website atau server Anda, tanpa perlu mengecek setiap izin atau akses secara manual melalui coding.
Mengelola Database
Setiap web manager pasti sudah tahu bahwa mengelola data di berbagai platform adalah salah satu aspek terpenting dari pekerjaan ini. cPanell terintegrasi dengan baik bersama alat manajemen data lainnya dan dilengkapi dengan fitur-fitur bawaan yang mempermudah pekerjaan di bidang ini. Anda dapat menyimpan data di web space ke dalam slot cPanel dan mencadangkannya dengan mudah. cPanel juga mendukung protokol MySQL dan PostgreSQL, yang memungkinkan Anda melakukan tugas-tugas tersebut dengan kumpulan data yang lebih besar, sama mudahnya. Kemudahan dalam mengelola kumpulan file besar ini menjadi salah satu alasan mengapa cPanel populer di kalangan perusahaan besar.
Mengelola Keamanan
Salah satu faktor utama di balik kesuksesan cPanel adalah perhatiannya terhadap keamanan. Hal ini tercermin dalam keamanan bawaan program yang sangat ketat sehingga hampir mustahil untuk ditembus, sekaligus dalam opsi keamanan yang disediakan untuk server Anda. cPanel memungkinkan Anda menerapkan teknik-teknik seperti pemblokiran IP, perlindungan direktori, dan pengaktifan sertifikat SSL untuk mencegah potensi penyusup pada control panel maupun server itu sendiri. Meski cPanel pernah mengalami beberapa masalah keamanan di masa lalu, kasus-kasus tersebut sudah lama berlalu dan pembaruan beberapa tahun terakhir tampaknya telah menutup celah untuk kejadian serupa.
Keunggulan Linux: Mengapa Ubuntu?
Pertanyaan besar berikutnya adalah mengapa kita membahas instalasi cPanel di Ubuntu. Sebelumnya kita sudah membahas cara menginstal cPanel CentOS 8. Karena Ubuntu adalah distro Linux paling populer di dunia, dengan komunitas yang sangat besar dan menjadi favorit di kalangan profesional IT, ada alasan kuat untuk membahas cara memadukan keduanya. Kita juga beruntung bahwa pembaruan 20.04 LTS untuk Ubuntu masih banyak digunakan dan tergolong baru. Namun di luar alasan-alasan yang sudah jelas itu, mari kita ulas secara singkat mengapa Ubuntu begitu populer dan menjadi distro pilihan dalam panduan ini.
Keamanan
Meski Ubuntu tidak sepenuhnya kebal dari semua ancaman virus, keamanannya telah diperkuat secara signifikan pada versi-versi terbaru sehingga banyak pengguna merasa tidak perlu lagi menggunakan antivirus pihak ketiga. Firewall dan keamanan bawaan sudah lebih dari cukup untuk menghemat biaya antivirus tambahan.
Popularitas
Seperti yang sudah beberapa kali disebutkan, Ubuntu adalah distro Linux paling populer di dunia. Artinya, komunitasnya sangat besar dan hampir semua masalah yang mungkin Anda temui saat menggunakan Ubuntu sudah memiliki solusi yang bisa ditemukan secara online. Baik platform dukungan resmi maupun forum-forumnya memiliki FAQ dan thread yang lengkap untuk membantu Anda keluar dari berbagai kendala teknis.
Ramah Pengguna
Faktor utama yang mendorong popularitas Ubuntu sejak awal adalah desainnya yang bersih dan mudah digunakan. Di saat Linux masih dianggap sebagai OS yang sulit dipelajari, Ubuntu termasuk distro pertama yang benar-benar memprioritaskan kemudahan penggunaan dan pemahaman Linux bagi pengguna baru. Fokus ini tetap menjadi ciri khas Ubuntu hingga hari ini.
Tanpa Biaya
Ubuntu gratis. Apa lagi yang bisa kita minta? Jika kita sudah akan menggunakan cPanel yang merupakan opsi berbayar, tentu saja sangat menarik jika distro host pendampingnya gratis. Selama bertahun-tahun, pendekatan open-source Ubuntu dan mentalitas "dari pengguna untuk pengguna" telah berperan besar dalam mempertahankan popularitasnya. Bisa dikatakan ada banyak alternatif yang layak untuk Ubuntu, bahkan beberapa mungkin lebih unggul, namun mereka gagal bersaing karena Ubuntu gratis dan mereka tidak.
Keserbagunaan
Ubuntu juga dikenal dengan fleksibilitas dan opsi kustomisasinya yang luar biasa. Memang kurang adil jika menyebut Ubuntu sebagai satu-satunya distro Linux yang unggul dalam hal personalisasi. Bagaimanapun, Linux dan distro-distronya memang sudah dikenal karena tingkat personalisasi yang tinggi. Namun komunitas Ubuntu yang sangat besar telah membawa distro ini ke level kemungkinan yang baru.
Pilihan yang Tepat
Sebagian besar server Linux menggunakan Ubuntu. Mengapa bukan Anda? Temukan alasan mengapa semua orang memilih Ubuntu, dan dapatkan Ubuntu VPS yang telah dioptimalkan
Dapatkan Ubuntu VPS AndaSisi Teknis: Cara Menginstal cPanel di Ubuntu
Sekarang setelah kita memahami dasar-dasarnya, mari langsung masuk ke cara teknis menginstal cPanel di Ubuntu. Panduan berikut akan membantu Anda menginstal cPanel di Ubuntu 20.04, yaitu versi terbaru Ubuntu pada saat panduan ini ditulis.
Langkah 1: Periksa Persyaratan Sistem
Sebelum mulai, penting untuk memastikan bahwa mesin Anda memang mampu menjalankan cPanel dengan hardware yang ada. Untuk mendapatkan pengalaman yang baik dengan cPanel di Ubuntu 20.04, Anda memerlukan persyaratan berikut:
| Persyaratan | Minimum | Direkomendasikan |
| Prosesor | 1.1 GHz | 2 GHz |
| Domba | 1 GB | 4 GB |
| Arsitektur | 64 bit | 64 bit |
| OS | Ubuntu | Ubuntu 20.04 LTS |
| Ruang Disk | 20 GB | 40 GB |
Selain persyaratan tersebut, Anda juga memerlukan alamat IP statis serta nama domain yang memenuhi syarat penuh (FQDN).
Langkah 2: Nonaktifkan Firewall dan Beralih ke Root System (Opsional)
Anda memiliki opsi untuk menonaktifkan firewall, yang akan mempermudah proses instalasi, namun hal ini bisa menimbulkan risiko keamanan. Jika memilih untuk tidak menonaktifkannya, Anda harus membuka beberapa port tertentu di kemudian hari. Anda perlu mengakses root user terlebih dahulu. Jalankan perintah berikut:
sudo -i
Kemudian nonaktifkan semua firewall yang sebelumnya aktif, karena akan mengganggu proses instalasi. Jalankan tiga perintah berikut secara berurutan:
iptables-save > ~/firewall.rules
systemctl stop ufw.service
systemctl disable ufw.service
Langkah 3: Perbarui Ubuntu
Meskipun Anda bisa menginstal cPanel di versi Ubuntu mana pun, sangat disarankan untuk menggunakan Ubuntu 20.04. Versi ini memiliki kompatibilitas yang lebih baik dan akan memberikan pengalaman cPanel yang lebih optimal. Gunakan baris perintah berikut untuk memeriksa dan menjalankan pembaruan terbaru secara otomatis:
sudo apt update
sudo apt upgrade
Langkah 4: Atur Hostname yang Sesuai
Seperti yang sudah disebutkan di bagian persyaratan, Anda memerlukan nama domain yang memenuhi syarat penuh. Jadi, pastikan Anda sudah memiliki nama host tersebut sebelum memulai proses instalasi.
Periksa nama host yang sudah ada dengan menjalankan perintah berikut:
hostname
Sekarang gunakan perintah berikut untuk mengubah nama host menjadi nama host yang memenuhi syarat penuh. Misalnya, kita akan membuat nama host baru dengan satu perintah (ganti new hostname dengan nama pilihan Anda sendiri):
hostnamectl set-hostname new-hostname
hostnamectl set-hostname yourserver.domain.com
Anda tidak perlu melakukan reboot dengan metode ini. Untuk memeriksa apakah perubahan sudah diterapkan, cukup jalankan perintah berikut:
hostnamectl
Langkah 5: Jalankan Perintah Instalasi
Setelah FQDN Anda siap, saatnya menginstal cPanel di Ubuntu. Prosedur yang sama juga bisa digunakan untuk menginstal WHM di Ubuntu. Pertama, kita perlu membuat Shell Session. Ini akan menjaga sesi tetap aktif meski ada gangguan jaringan. Login menggunakan root user dan jalankan perintah:
screen
Sekarang jalankan perintah utamanya:
cd /home && curl -o latest -L https://securedownloads.cpanel.net/latest && sh latest

Anda akan disambut dengan tampilan ini, yang berarti sistem sedang mengunduh dan menjalankan proses instalasi. Proses ini memerlukan beberapa menit.
Langkah 5: Buka Nomor Port yang Diperlukan
Agar cPanel berjalan dengan baik di Ubuntu, Anda perlu membuka beberapa port yang diperlukan. Kita tidak akan membahas detail cara mengakses firewall dan membuka port di sini, Anda bisa menggunakan panduan ini untuk keperluan tersebut. Setelah masuk ke pengaturan firewall, buka port 2082 dan SSL 2083 untuk menjalankan cPanel. Perlu diperhatikan, jika Anda sudah menonaktifkan firewall di langkah sebelumnya, Anda tidak perlu membuka port. Lewati langkah ini jika itu yang Anda lakukan.
Jalankan cPanel dan Aktifkan Lisensi
Kini kita akhirnya bisa meluncurkan cPanel. Pastikan Anda berada di root server dan gunakan username serta password root untuk login ketika tampilan berikut muncul:

Kesimpulan
Setelah memahami cara kerja cPanel dan cara menginstalnya di Ubuntu, Anda juga bisa menggunakan kontrol VPS canggih yang tersedia di cPanel pada host VPS Anda sendiri. cPanel sudah memiliki kompatibilitas yang baik dengan VPS, dan jika Anda ingin menggunakan server virtual untuk akses yang lebih baik dan lebih dekat ke server fisik Anda, Anda bisa menggunakan Cloudzy.
Cloudzy hadir dengan rangkaian layanan unggulannya sendiri yang juga mencakup Linux VPS layanan yang juga mencakup sebuah Ubuntu VPS. Tersedia lebih dari 12 lokasi dengan latensi minimal dan uptime yang baik. Anda kemudian dapat menginstal cPanel seperti yang telah dipelajari hari ini untuk mengelola semua server dari jarak jauh dan mengontrol VPS baru Anda dengan lebih baik. Dapatkan sekarang!
Pilihan yang Tepat
Sebagian besar server Linux menggunakan Ubuntu. Mengapa bukan Anda? Temukan alasan mengapa semua orang memilih Ubuntu, dan dapatkan Ubuntu VPS yang telah dioptimalkan
Dapatkan Ubuntu VPS AndaPertanyaan yang Sering Diajukan
Bisakah cPanel diinstal di Ubuntu?
Ya. Anda tidak hanya bisa menginstal cPanel di semua versi Ubuntu, tetapi Ubuntu dan cPanel juga memiliki kompatibilitas yang sangat baik satu sama lain, dan proses instalasinya pun cukup mudah. Meski demikian, disarankan untuk menginstal cPanel di versi Ubuntu terbaru, yaitu 20.04.
Apa Perbedaan Antara cPanel dan WHM?
Keduanya adalah alat manajemen server host dari perusahaan yang sama. Menggunakannya bersamaan sangat menguntungkan dan membuat pengelolaan server jauh lebih mudah.
Apakah cPanel Gratis?
Tidak. cPanel dan WHM keduanya memerlukan berlangganan untuk dapat diakses. Namun manfaatnya sepadan dengan biayanya. cPanel memang menghadapi banyak persaingan dari alternatif gratis. Meski begitu, ia tetap mempertahankan posisinya sebagai pilihan utama, dan ada alasan di balik itu.