Setiap perangkat yang terhubung ke internet membutuhkan alamat IP. Seperti alamat rumah yang membedakan rumahmu dari rumah-rumah lain di jalan yang sama, alamat IP adalah alamat unik yang membedakan perangkatmu dari perangkat lain yang terhubung ke jaringanmu.
Namun, IPv4, yaitu versi alamat IP yang saat ini paling banyak digunakan di seluruh dunia, mulai kehabisan alamat IP unik. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan CIDR atau Classless Inter-Domain Routing.
Namun, untuk mengelola jaringan secara efisien, administrator jaringan memerlukan referensi yang menampilkan jumlah host, subnet mask, dan rentang alamat IP yang tersedia untuk suatu blok CIDR tertentu.
Itulah mengapa dalam artikel ini saya akan menyertakan CIDR cheatsheet dan menjawab pertanyaan "Apa itu CIDR?", seluk-beluk IPv4 CIDR dan IPv6 CIDR, serta apa yang dimaksud dengan rentang notasi CIDR.
Apa Itu CIDR?
CIDR, atau Classless Inter-Domain Routing, adalah sistem alokasi alamat IP yang dikembangkan pada tahun 1993 untuk mengatasi ketidakefisienan sistem sebelumnya. Sebelum CIDR diterapkan, Internet menggunakan sistem alokasi IP berbasis kelas.
Pada dasarnya, terdapat tiga kelas alamat IP yang dibedakan berdasarkan jumlah alamat IP yang tersedia untuk setiap jaringan. Pembagian blok kelasnya adalah sebagai berikut:
- Kelas A: Digunakan untuk organisasi dan jaringan yang sangat besar, dengan kapasitas maksimum lebih dari 16 juta alamat IP per jaringan.
- Kelas B: Digunakan untuk jaringan berukuran sedang dengan hingga 65.534 alamat IP unik yang tersedia.
- Kelas C: Digunakan untuk jaringan kecil dengan hanya 254 alamat IP unik.
Meski sistem ini cukup memadai pada masanya, sistem ini sangat tidak efisien karena selisih jumlah alamat IP antarblok kelas terlalu besar. Akibatnya, banyak kasus di mana organisasi atau jaringan yang hanya membutuhkan 300 alamat IP tidak bisa menggunakan blok Class C karena blok tersebut hanya menyediakan 254 alamat IP unik, sehingga registry IP terpaksa mengalokasikan blok Class B.
Artinya, organisasi yang hanya membutuhkan 300 alamat IP justru mendapat alokasi 65.534 alamat IP. Seperti yang telah saya sebutkan, hal ini masih bisa ditoleransi pada masanya karena jumlah alamat IPv4 unik yang tersedia (sekitar 4,3 miliar) jauh melebihi jumlah alamat IP yang benar-benar digunakan. Sebagai contoh, pada tahun 1993, populasi dunia hanya sekitar 5,6 miliar jiwa, dengan hanya 15 juta orang yang terhubung ke Internet.
Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin banyak pengguna yang terhubung ke Internet, alamat IPv4 mulai habis, sehingga mendorong pengembangan CIDR. CIDR sepenuhnya menghapus struktur kelas yang kaku dan memperkenalkan Variable-Length Subnet Masking atau VLSM.
Sistem ini memungkinkan administrator jaringan mengalokasikan sejumlah alamat IP sesuai kebutuhan, bukan sekadar memilih antara 254, lebih dari 65.000, atau lebih dari 16 juta. Tapi bagaimana cara kerja CIDR? Apa perbedaan antara IPv4 CIDR dan IPv6 CIDR? Dan bagaimana CIDR cheatsheet bisa membantu Anda mengonfigurasi jaringan dengan lebih mudah?
Rentang Notasi CIDR
Notasi CIDR membantu administrator jaringan memahami berapa banyak perangkat yang dapat terhubung ke suatu jaringan dan bagaimana alamat IP diorganisasi. Namun sebelum kita menguraikan notasi CIDR, mari kita bahas terlebih dahulu arti setiap angka dalam sebuah alamat IP.
Pada IPv4, sebuah alamat terdiri dari 32 bit. Artinya ada 32 variabel yang masing-masing bisa bernilai 0 atau 1, sehingga menghasilkan 2^32 (sekitar 4,3 miliar) alamat IP unik. Sebagai contoh, misalkan rentang notasi CIDR untuk IPv4 CIDR adalah sebagai berikut: 192.168.1.0/24.
Angka /24 di akhir alamat tersebut berarti 24 bit dicadangkan untuk jaringan, sementara 8 bit sisanya digunakan untuk host. Dua puluh empat bit pertama merepresentasikan jaringan Anda, sedangkan 8 bit sisanya adalah variabel yang dapat digunakan untuk perangkat-perangkat Anda. Ini berarti ada 2^8 atau 256 total alamat IP. Dari 256 tersebut, dua alamat dicadangkan untuk network dan broadcast, sehingga tersisa 254 alamat IP yang dapat digunakan oleh perangkat yang terhubung ke jaringan ini.
Dengan kata lain, 2^24 bit pertama merepresentasikan bagian negara, provinsi, kota, dan nama jalan dari alamat rumah Anda. Delapan bit sisanya ibarat nomor rumah untuk masing-masing hunian di jalan tersebut.
Rentang notasi CIDR untuk IPv4 bisa berkisar dari /0 hingga /32. CIDR /0 biasanya digunakan untuk firewall dan internet gateway, sedangkan /32 digunakan untuk menentukan satu alamat IP tunggal dan konfigurasi VPN. Semua nilai di antara keduanya dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan jaringan, mulai dari skala kecil seperti jaringan rumahan hingga skala besar seperti perusahaan dan organisasi besar.
Anda dapat melihat CIDR cheatsheet di akhir artikel ini untuk informasi lengkap mengenai jumlah tepat IP host dan jaringan yang tersedia pada setiap IPv4 CIDR.
Pada IPv6, sebuah alamat terdiri dari 128 bit, yang berarti tersedia 2^128 atau 340 undecillion (angka 34 diikuti 37 nol) alamat IP. Meski jumlah alamat IP yang tersedia luar biasa besar, CIDR tetap digunakan untuk efisiensi alokasi IP.
Contoh rentang notasi CIDR untuk IPv6 CIDR adalah sebagai berikut: 2001:db8::/64
Sama seperti CIDR IPv4, /64 berarti 64 bit pertama digunakan untuk jaringan. Dalam jaringan ini, 64 bit sisanya digunakan untuk alamat host. Artinya, tersedia 2^64 atau sekitar 18 kuintiliun (18 diikuti 18 angka nol) alamat IP unik untuk host (perangkat).
Berbeda dengan IPv4, IPv6 menggunakan multicast, bukan broadcast. Karena itu, jika pada IPv4 ada dua alamat yang tidak bisa digunakan perangkat, pada IPv6 hanya satu alamat yang dipakai untuk keperluan non-host, yaitu network address.
Anda bisa melihat CIDR cheatsheet di akhir artikel ini untuk detail jumlah IP host dan jaringan yang tersedia pada CIDR IPv6 tertentu.
IPv6 adalah masa depan Internet. Jika Anda ingin selalu selangkah lebih maju, Cloudzy menawarkan paket VPS IPv6 terbaik dengan harga paling terjangkau. Dengan VPS IPv6 kami, Anda juga mendapatkan subnet /64 secara gratis - artinya, pool alamat IP sebesar 18.446.744.073.709.551.616 alamat IPv6 yang sepenuhnya milik Anda!
Jika Anda khawatir soal kompatibilitas, Anda bisa menambahkan IPv4 agar VPS IPv6 Anda berjalan dual-stack dengan biaya hanya satu dolar per bulan. Anda bisa lihat Paket VPS IPv6 dari Cloudzy harga di sini!
Subnetting dalam CIDR
Salah satu keunggulan utama CIDR IPv4 dan CIDR IPv6 adalah kemampuan untuk melakukan subnetting dan memecah blok CIDR. Ini memungkinkan administrator jaringan mengisolasi dan mengelola segmen-segmen berbeda dalam satu blok CIDR.
Untuk mengalokasikan lebih banyak atau lebih sedikit bit pada bagian jaringan dan host dari sebuah alamat, Anda cukup menyesuaikan panjang prefix. Berikut contoh subnetting pada CIDR IPv4:
Alamat 192.168.1.0/24 dapat dibagi menjadi dua subnet yang lebih kecil:
- 192.168.1.0/25: Subnet dengan 128 alamat IP.
- 192.168.1.128/25: Subnet kedua dengan 128 alamat.
Dengan konfigurasi ini, Anda dapat membagi jaringan berisi 256 alamat menjadi dua jaringan berisi 128 alamat, yang meningkatkan keamanan, performa, dan kemudahan pengelolaan jaringan. Hal ini dilakukan agar sistem sensitif, seperti departemen keuangan, dapat ditempatkan di subnet terpisah sehingga aksesnya hanya terbuka bagi karyawan atau perangkat yang berwenang.
Dengan memisahkan lalu lintas seperti ini, performa meningkat karena kongesti berkurang - data mengalir lebih efisien di dalam setiap subnet tanpa interaksi yang tidak perlu. Selain itu, subnetting mempermudah pengelolaan jaringan karena troubleshooting dan pemeliharaan di setiap subnet dapat dilakukan secara independen tanpa mengganggu jaringan secara keseluruhan.
Subnetting CIDR IPv6 sangat penting mengingat jumlah alamat IP yang tersedia pada konfigurasi /64 CIDR umumnya sangat besar. Misalnya, Anda memiliki jaringan IPv6 /64 seperti 2001:db8:abcd:1000::/64. Jika kita meminjam 4 bit dari bagian jaringan, kita dapat membagi jaringan menjadi 16 subnet, yang menghasilkan perubahan berikut:
- Subnet asli: 2001:db8:abcd:1000::/64
- Subnet baru: /68
- Jumlah subnet: 2^(bit yang dipinjam dari jaringan) = 2^4 = 16 subnet
- Subnet pertama: 2001:db8:abcd:1000:0000::/68
- Subnet kedua: 2001:db8:abcd:1000:1000::/68
- Subnet ketiga: 2001:db8:abcd:1000:2000::/68
- … hingga 2001:db8:abcd:1000:f000::/68
- 2001:db8:abcd:1000: 64 bit pertama mendefinisikan global routing prefix.
- 0000 – f000: 4 bit berikutnya digunakan untuk subnetting.
- Bagian Host: 60 bit sisanya digunakan untuk alamat host. (Sisa "::" yang mewakili tiga blok 16-bit)
Setiap subnet /68 memiliki 2^60 = 1,15 kuintiliun kemungkinan alamat host.
Jika Anda masih belum yakin bagaimana cara membagi jaringan, saya sudah menyediakan CIDR subnetting cheat sheet di akhir artikel ini.
Lembar Trik CIDR
Menghitung jumlah alamat IP yang tersedia dalam CIDR IPv4 maupun CIDR IPv6 bisa cukup rumit dan memakan waktu jika dilakukan secara manual tanpa CIDR cheatsheet, terutama untuk IPv6, karena jumlah alamat IP-nya bisa mencapai miliaran, kuintiliun, bahkan lebih.
Jika Anda ingin mengetahui cara menghitung rentang notasi CIDR, berikut rumusnya untuk CIDR IPv4 dan CIDR IPv6:
Untuk IPv4:
- Jumlah alamat = 2^(32 - panjang prefix)
- Contohnya, blok CIDR /24 memiliki: 2^(32-24)= 2^8= 256 alamat IP
Untuk IPv6:
- Jumlah alamat = 2^(128 - panjang prefix)
- Contohnya, blok CIDR /64 memiliki: 2^(128-64)= 2^64= sekitar 18 kuintiliun (angka 18 dengan 18 nol di belakangnya) alamat IP
Seperti yang bisa dilihat, angka-angkanya bisa menjadi sangat tidak masuk akal tanpa CIDR cheatsheet. Untuk menghindari kerumitan perhitungan, SINIberikut adalah CIDR cheatsheet lengkap yang tidak hanya mencakup CIDR, tetapi juga semua yang perlu kamu ketahui tentang IPv4, IPv6, dan subnetting.
Pemikiran Akhir
Tanpa CIDR, kita sudah kehabisan alamat IPv4 sejak beberapa dekade lalu dan akan menghadapi banyak masalah alokasi IP dengan IPv6 hingga hari ini. Semoga CIDR cheat sheet ini bisa membantu kamu mengonfigurasi jaringan sepenuhnya tanpa hambatan!
Pertanyaan Umum
Apa itu CIDR?
CIDR, atau Classless Inter-Domain Routing, adalah sistem alokasi alamat IP yang dikembangkan pada tahun 1993 untuk mengatasi ketidakefisienan sistem sebelumnya. CIDR sepenuhnya menghapus struktur kelas yang kaku dan memperkenalkan variable-length subnet masking atau VLSM. Sistem ini memungkinkan administrator jaringan mengalokasikan jumlah alamat IP sesuai kebutuhan, bukan hanya memilih antara 254, lebih dari 65.000, atau lebih dari 16 juta.
Apa yang dimaksud dengan rentang notasi CIDR?
Notasi CIDR digunakan untuk merepresentasikan alamat IP beserta awalan jaringannya. Contohnya terlihat seperti ini: 192.168.1.0/24. Alamat IP (192.168.1.0) diikuti oleh garis miring ("/") dan sebuah angka (24), yang menunjukkan berapa banyak bit dari alamat IP yang dicadangkan untuk awalan jaringan. Sisa bit digunakan untuk mengidentifikasi perangkat individual (host) di jaringan tersebut.
Apakah ada CIDR cheat sheet untuk CIDR?
Ya! Menghitung jumlah alamat IP yang tersedia untuk CIDR IPv4, apalagi untuk CIDR IPv6, memang sangat merepotkan. Itulah mengapa saya menyusun CIDR cheat sheet lengkap yang mencakup segalanya, mulai dari CIDR dan subnetting hingga perintah IPv4 dan IPv6.