Orang-orang menggunakan berbagai cara untuk menjaga privasi online mereka. Meskipun VPN adalah opsi dan alat yang paling populer saat ini, itu bukan satu-satunya pilihan. Sebelum opsi siap pakai di pasaran saat ini begitu mudah didapat, proxy juga merupakan salah satu cara utama yang digunakan orang untuk menjaga privasi dan keamanan online. Bahkan, menarik untuk diketahui bahwa banyak teknologi yang dikelompokkan sebagai bagian dari kategori umum "VPN" saat ini sebenarnya adalah proxy. Contoh yang bagus adalah yang disebut "Shadowsocks VPN", yang pada kenyataannya adalah sebuah proxy.
Seiring waktu, baik VPN maupun proxy menjadi target serangan siber itu sendiri. Karena itu, kedua teknologi ini terus berkembang untuk mencari solusi baru guna mengatasi masalah tersebut. Di dunia VPN, kita mengenal solusi seperti site-to-site VPN. Di sisi proxy, muncul pendekatan baru seperti reverse proxy dan, tentu saja, topik yang kita bahas hari ini, rantai proxy.
Tapi sebenarnya, apa itu proxy? Bagaimana cara kerja proxy chaining, dan apa saja kelebihan serta kekurangannya? Ikuti terus artikel ini untuk mendapat jawaban dari semua pertanyaan tersebut, sekaligus panduan singkat cara membangun proxy chain sendiri!
Apa itu Proxy?
Kebanyakan orang hanya memiliki pemahaman samar tentang proxy, atau malah menyamakannya dengan konsep lain seperti VPN. Pada dasarnya, proxy adalah server yang bertindak sebagai perantara antara Anda dan koneksi internet. Saat terhubung ke proxy server, Anda menjalankan koneksi tiga arah yang melibatkan komputer Anda, proxy server, dan tujuan yang ingin Anda akses. Misalnya ada sebuah situs yang membatasi akses ke domainnya. Bagaimana caranya proksi Bisa kami bantu?
Saat Anda terhubung ke proxy server dan mencoba membuka suatu situs, paket data Anda pertama-tama dikirim ke proxy server, bukan langsung ke tujuan. Server ini kemudian bertindak atas nama Anda dan meneruskan data tersebut. Ketika respons datang dari domain yang diblokir, respons itu juga kembali ke proxy server terlebih dahulu, yang kemudian meneruskannya ke Anda. Perbedaan utama dengan VPN adalah bahwa VPN membuat Anda seolah menggunakan server tersebut sebagai milik sendiri, sedangkan proxy lebih berperan sebagai perantara.
Apa Itu Proxy Chain, dan Mengapa Kita Membutuhkannya?
Proxy chaining adalah proses yang lebih kompleks, yaitu menggunakan satu proxy server untuk meneruskan koneksi ke proxy server lain, dan ini dilakukan berulang kali. Tujuannya adalah menciptakan lapisan penyamaran, pemrosesan paket, dan permintaan yang cukup untuk menjaga keamanan Anda. Proxy chain membantu pengguna tetap aman di internet dengan melapisi koneksi sehingga peretas tidak bisa mengakses data mereka. Ingat ketika saya bilang menggunakan proxy itu seperti koneksi internet tiga arah dengan proxy sebagai perantara? Nah, proxy chain pada dasarnya sama, hanya saja kini ada beberapa server yang berjejer di tengah, bukan hanya satu.
Semakin banyak server perantara yang digunakan, semakin sulit bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melacak dan mengancam data Anda. Misalnya Anda tidak ingin dilacak secara online. Tentu saja, menembus satu proxy server jauh lebih mudah dibanding menembus lima atau enam sekaligus. Namun begitu, meski sudah menggunakan beberapa proxy yang dirantai, Anda tetap tidak sepenuhnya aman. Peretas yang cukup terampil masih bisa melacak Anda, jadi tetap pertimbangkan hal ini.
Kelebihan dan Kekurangan Proxy Chaining
Menggunakan proxy chain memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membangun operasi proxy chaining berlapis sendiri. Berikut tiga kelebihan dan tiga kekurangan proxy chaining. Saya akan mulai dari kelebihannya, lalu beralih ke kekurangannya.
Kelebihan Proxy Chaining
Kecepatan
Semakin banyak proxy server yang digunakan, semakin besar kapasitas tiap server dalam memproses paket dan mengembalikannya ke pengguna. Ditambah proses caching yang lebih efisien yang berlangsung secara bersamaan, proxy chain menjadi metode yang cepat untuk mengamankan data Anda di internet.
Keamanan
Seperti yang telah disebutkan, semakin banyak server perantara yang Anda gunakan, semakin sulit Anda dilacak dan semakin mudah Anda tetap aman di internet. Setiap proxy server dalam proxy chain menjadi lapisan perlindungan bagi server sebelumnya. Tambahkan protokol enkripsi di atasnya, dan akan sangat sulit bagi siapa pun untuk melacak keberadaan Anda.
Caching Efisien
Cache memory digunakan untuk menyimpan data akses dari domain yang baru-baru ini dikunjungi. Data ini kemudian dimanfaatkan untuk mempercepat akses dan mengingat preferensi pengguna di suatu situs. Semakin banyak proxy yang digunakan, semakin baik kemampuan caching-nya, sehingga Anda bisa mengakses situs yang sudah di-cache lebih cepat dan lebih efisien.
Kekurangan Proxy Chaining
Pemeliharaan
Mengelola sejumlah besar server yang andal sebagai bagian dari satu operasi koneksi membutuhkan banyak usaha. Anda harus secara pribadi bertanggung jawab atas semua server dan memastikan semuanya berjalan lancar. Terkadang, ini bisa terlalu berat untuk ditangani seorang diri.
Keandalan Tinggi
Jika salah satu proxy server Anda berhenti berfungsi, seluruh operasi proxy chain ikut terhenti. Oleh karena itu, proxy chaining sangat bergantung pada setiap server yang ada. Jika salah satunya bermasalah, Anda perlu segera mencari penggantinya.
Biaya Potensial
Semakin kompleks proxy chain Anda, semakin banyak server yang Anda butuhkan. Semakin banyak server yang digunakan, semakin besar potensi biaya bandwidth dan pemeliharaan server. Jika Anda memiliki cukup perangkat keras yang tersedia, sebagian bisa Anda kelola sendiri. Namun terutama jika Anda menggunakan server di luar negeri sebagai proxy server, biaya-biaya tersebut akan terus bertambah.
Apa itu IPtables?
Pengguna umumnya menggunakan lingkungan Linux untuk menjalankan dan mengelola server. Hal ini terutama karena distro Linux memang dirancang untuk pengembangan web dan berbagai pekerjaan pemrograman lainnya. IPtables adalah program yang dirancang untuk lingkungan Linux yang memungkinkan kita mengatur berbagai aturan jaringan, seperti firewall dan proxy chain.
Dipercaya untuk Kestabilan
Go untuk Cloudzy Debian VPS dan dapatkan server andal berkinerja tinggi dengan sistem operasi yang sangat stabil dan dioptimalkan untuk fungsionalitas.
Dapatkan Debain VPS AndaProxy Chaining Menggunakan IPtables: Panduan Singkat
Di bagian ini, saya akan menunjukkan cara menggunakan IPtables untuk meneruskan paket melalui berbagai server dan membuat proxy chain.
Prasyarat
Pastikan Anda sudah memiliki proxy server utama, lalu periksa apakah versi IPtables Anda belum memiliki aturan apa pun pada bagian pre-routing dan post-routing.
Langkah 1: Aktifkan IP Forwarding
Masukkan perintah berikut secara berurutan untuk mengaktifkan IP forwarding, yang akan menjadi alat utama dalam operasi chaining kita:
echo "1" > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Selanjutnya, masukkan perintah ini untuk menambahkan aturan yang mengizinkan Anda meneruskan paket dari alamat IP VPS ke 2.2.2.2 (contoh tujuan), menggunakan port 1111:
# iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp --dport 1111 -j DNAT --to-destination 2.2.2.2:1111
Terakhir, masukkan perintah ini untuk mengaktifkan masquerade:
iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE
Langkah 2: Aktifkan Penerusan Lalu Lintas Jaringan Tertentu (Opsional)
Jika ingin mengarahkan data dari sumber tertentu ke host lain, masukkan perintah berikut:
# iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.1.1 -p tcp --dport 1111 -j DNAT --to-destination 2.2.2.2:1111
Dan jika ingin melakukan chaining dari seluruh jaringan ke jaringan lain, gunakan perintah ini:
# iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.1.0/24 -p tcp --dport 1111 -j DNAT --to-destination 2.2.2.2:1111
Langkah 3: Ulangi Proses Sesuai Kebutuhan
Itulah semua yang perlu dilakukan untuk menghubungkan satu server ke server lain guna membuat proxy yang dirantai. Ulangi proses ini dengan mengubah variabel agar sesuai dengan server tambahan yang ingin kamu tambahkan ke rantai proxy.
Proxy Chain vs VPN: Mana yang Tepat untuk Kamu?
Perdebatan antara proxy chain dan VPN selalu menjadi topik diskusi di bidang keamanan. Keduanya efektif untuk menjaga privasi saat berselancar dan mengubah alamat IP. Namun, VPN lebih mudah digunakan dan tidak memerlukan banyak pemeliharaan dibandingkan proxy yang dirantai. VPN membantu mencegah pemantauan oleh ISP dan memberikan perlindungan lebih menyeluruh melalui enkripsi. Secara keseluruhan, VPN adalah pilihan yang lebih praktis dengan efisiensi biaya yang lebih baik.
Ada sejumlah kasus penggunaan khusus yang bisa menjadikan proxy chain pilihan utama bagi sebagian pengguna. Pertama, privasi kamu lebih terlindungi dengan proxy chain. Jika privasi dan keamanan adalah prioritas utama kamu, maka proxy chain jauh lebih efisien dibandingkan VPN.
Terakhir, proxy chain dapat dengan mudah digunakan bersama beberapa instance lain secara bersamaan, sehingga kamu bisa beralih dan mengubah server sesuai kebutuhan. Ini biasanya dilakukan dengan ekstensi seperti Omega Switch. Opsi ini berguna untuk menjaga keamanan dengan cara mengganti proxy server secara cepat, dan hal ini tidak dimungkinkan dengan VPN.
Gunakan VPS untuk Proxy Chaining
VPS, Virtual Private Server, adalah solusi tepat untuk menghosting server VPN. Lebih dari itu, VPS juga merupakan lingkungan yang cocok untuk proxy chaining. DiCloudzy, kami menyediakan server Linux yang sangat fleksibel untuk membantu kamu membangun proxy chain yang andal dan mudah digunakan dengan harga terjangkau.
Dapatkan Linux VPS paket ekonomi atau premium untuk kebutuhan hosting website atau remote desktop, dengan harga paling terjangkau. VPS berjalan di atas Linux KVM untuk efisiensi lebih tinggi, didukung hardware bertenaga dengan penyimpanan NVMe SSD untuk kecepatan optimal.
Baca SelengkapnyaMilik Cloudzy Server Linux VPS mulai dari $4,95 saja, namun paket ini menawarkan jauh lebih banyak dari sekadar harganya yang sudah terjangkau. Dengan paket Linux dari Cloudzy, kamu mendapatkan server dengan spesifikasi keamanan dan hardware yang memadai sebagai fondasi proxy chain kamu. Distro pilihan kamu juga akan dipasang dan dikonfigurasi. Selanjutnya, kamu bisa memilih salah satu dari 12 lokasi global kami untuk latensi optimal dalam membangun proxy chain.
Metode pembayaran yang tersedia beragam, termasuk kripto, dan ada berbagai paket penagihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu! Jika ada pertanyaan, tim dukungan kami siap membantu 24/7. Sudah disebutkan bahwa kami menawarkan garansi uang kembali 14 hari?
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Proxy Chain Bisa Digunakan Bersama Reverse Proxy?
Ya. Model reverse proxy digunakan untuk langkah-langkah keamanan tingkat tinggi. Model ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan privasi dan efisiensi, mirip dengan model proxy standar.
Apakah Proxy Chain Lebih Aman dari VPN?
Proxy chain lebih efektif dalam menyembunyikan alamat IP kamu agar sulit dilacak, sementara VPN lebih unggul dalam mengenkripsi data dan membuatnya sulit dipantau. Namun, kamu juga bisa menggunakan protokol enkripsi sebagai bagian dari proxy untuk menerapkan hal yang sama pada proxy chain kamu.
Berapa Banyak Proxy yang Bisa Digunakan dalam Proxy Chain?
Tidak ada batasan jumlahnya, namun semakin banyak server yang ditambahkan, kecepatan bisa terpengaruh. Secara umum, antara 4 hingga 6 server adalah jumlah yang seimbang dan direkomendasikan.
Apakah Proxy Chaining Membuat Saya Sepenuhnya Anonim?
Tidak. Meskipun proxy chaining membuat kamu sangat sulit dilacak, pelacak yang cukup gigih tetap bisa menelusuri satu proxy ke proxy berikutnya hingga akhirnya menemukan log tempat alamat IP asli kamu tersimpan.
Apakah Tor Termasuk Proxy Chain?
Ya. Jika proses membangun proxy chain dari awal terasa terlalu rumit, kamu bisa menggunakan Tor, yang pada dasarnya adalah proxy chain yang sudah dikonfigurasi dengan tingkat kerumitan dan efisiensi yang tinggi.